LAKPESDAMNULOTIM.com - Ikatan Alumni (IKA) PMII Lombok Timur melaksanakan kegitan peletakan batu pertama pembangunan Graha PMII Lombok Timur di Rakam, Kecamatan Selong, Jumat (12/6/2026).
Momentum tersebut menjadi tonggak penting bagi alumni dan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dalam menghadirkan pusat kaderisasi dan ruang pergerakan yang akan diwariskan kepada generasi mendatang.
Acara itu dihadiri Sekretaris Daerah Lombok Timur H. M. Juaini Taofik mewakili Bupati Lombok Timur, unsur Forkopimda, Ketua Pengurus Besar Ikatan Alumni PMII (PB IKA PMII) Dr. Hj. Luluk Nurhamidah, jajaran IKA PMII NTB, IKA PMII Lombok Timur, PKC PMII Bali Nusra, PC PMII Lombok Timur, serta kader PMII.
Ketua PB IKA PMII, Dr. Hj. Luluk Nurhamidah, menegaskan bahwa Graha PMII tidak boleh hanya difungsikan sebagai kantor organisasi, melainkan harus menjadi ruang yang melahirkan pemimpin-pemimpin masa depan yang responsif dan mampu menjawab berbagai persoalan masyarakat.
“Kalau hanya untuk kantor, sekarang zamannya virtual office. Tapi kalau ini menjadi Graha PMII, maka harus menjadi ruang lahirnya pemimpin yang responsif, inovatif, dan mampu memberikan solusi atas persoalan masyarakat,” tegasnya.
Menurut Luluk, keberadaan Graha PMII harus menjadi pusat kolaborasi gagasan dan kebijakan publik yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat Lombok Timur. Ia menyoroti sejumlah persoalan daerah yang masih membutuhkan perhatian serius, seperti kemiskinan, stunting, dan tingginya angka perkawinan anak.
“Dari gedung ini harus lahir program-program strategis yang membantu pemerintah mengurangi kemiskinan, menekan angka perkawinan anak, mengatasi stunting, dan memberdayakan masyarakat desa. Graha PMII harus menjadi rumah solusi bagi masyarakat,” ujarnya.
Luluk juga menegaskan bahwa pembangunan Graha PMII merupakan bentuk pengabdian dan investasi jangka panjang bagi generasi mendatang.
“Amal jariyah itu bukan hanya tentang membangun gedung. Amal jariyah adalah ketika dari gedung ini lahir pemimpin-pemimpin yang memberi manfaat bagi umat, bangsa, dan daerahnya,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pembangunan Graha PMII Lombok Timur, Ahmad Patoni, mengatakan pembangunan gedung tersebut lahir dari semangat para alumni PMII yang ingin meninggalkan jejak pengabdian bagi kader dan daerah.
“Gedung ini bukan sekadar bangunan. Gedung ini akan dipakai belajar, menjadi pusat gerakan dan pusat lahirnya gagasan. Kalau kita tidak mengambil bagian dalam pembangunan ini, maka kita kehilangan kesempatan untuk mendapatkan amal jariyah yang akan terus mengalir,” katanya.
Patoni menjelaskan, tahap awal pembangunan didukung oleh puluhan alumni yang secara sukarela bergotong royong mengumpulkan dana untuk pembangunan pondasi dan struktur dasar bangunan.
“Kami sudah memulai dengan 40 sahabat alumni yang berkomitmen membantu pembangunan. Hari ini kita mulai dengan 24 tiang pondasi. Ini bukti bahwa PMII Lombok Timur tidak menunggu kaya untuk bergerak, tetapi bergerak karena keyakinan,” ujarnya.
Ia menambahkan, kekuatan terbesar PMII Lombok Timur bukan terletak pada kekayaan materi, melainkan pada semangat dan optimisme kadernya.
“Mungkin kita tidak punya banyak uang, mungkin kita bukan kelompok paling kaya. Tetapi kami punya keyakinan. Matahari itu terbit dari timur, dan kami percaya Lombok Timur akan terus melahirkan cahaya perubahan,” katanya disambut tepuk tangan hadirin.
Ketua IKA PMII Lombok Timur, Mihlis Hasim, menjelaskan Graha PMII dibangun sebagai investasi jangka panjang untuk memperkuat proses kaderisasi organisasi. Bangunan dua lantai tersebut akan berdiri di atas lahan seluas 15 are.
“Ini bukan gedung untuk alumni. Ini adalah investasi untuk kader-kader PMII masa depan. Mereka yang akan belajar, berdiskusi, dan membangun daerah dari tempat ini,” ujarnya.
Menurut Mihlis, lantai pertama akan difungsikan sebagai kantor organisasi, sedangkan lantai kedua menjadi aula pertemuan dan pusat kegiatan kaderisasi.
“Kami ingin suatu saat kader PMII tidak perlu lagi berpindah-pindah mencari tempat pelatihan. Semua proses kaderisasi bisa dilakukan di rumah sendiri, di Graha PMII Lombok Timur,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Lombok Timur yang telah memberikan lahan untuk pengembangan organisasi. Pihaknya berharap status lahan tersebut dapat ditingkatkan menjadi hibah penuh agar memiliki kepastian hukum yang kuat.
Mewakili Bupati Lombok Timur, Sekda H. M. Juaini Taofik memastikan pemerintah daerah mendukung penuh pembangunan Graha PMII dan akan mengawal proses legalitas lahan hingga tuntas.
“Pak Bupati berpesan agar proses ini dikawal sampai selesai secara akuntabel. Insya Allah tinggal selangkah lagi menuju penyelesaian administrasi dan legalitasnya,” ujarnya.
Juaini mengungkapkan, Pemkab Lombok Timur telah memberikan dukungan berupa alat berat dan bantuan material untuk menunjang pembangunan tahap awal.
“Begitu panitia melapor, pemerintah langsung mengirim alat berat dan bantuan material. Artinya bupati mengakui dan mendukung keberadaan PMII sebagai mitra pembangunan daerah,” tandasnya.
